Berita Kategori - Bidang Pembinaan Tenaga Kerja

Diposting : ADMINISTRATOR   Tanggal : 18 Oktober 2021 08:59:56   Dibaca : 2263 Kali

PELINDUNGAN TERHADAP PEKERJA RENTAN MENJADI TANGGUNG JAWAB BERSAMA



Peran Negara dalam memberikan jaminan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pekerja rentan, perlu dipahami sebagai tanggung jawab bersama oleh pemerintah dan masyarakat. Hal ini disampaikan R. Heru Setyawan Kepala Disnakerin Kota Tegal dalam Dialog Mitra BPJS Ketenagakerjaan yang dihelat Politeknik Muhammadiyah Tegal (PMT) Minggu malam (17/10) di Pesonna Hotel Tegal. Para pekerja informal sebagai pekerja bukan penerima upah (BPU) yang juga memiliki resiko kecelakaan kerja harus menjadi perhatian lingkungan sekitar, baik itu tetangga maupun perusahaan yang diharapkan peduli mewujudkan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Mengamini pemikiran ini, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tegal Mulyono Adi Nugroho menyebut perlunya mulai menggalakkan Program LINGKARAN (Peduli Pekerja Rentan), seperti tukang becak, tukang sayur, pedagang kaki lima, pengasong, dan lain-lain.
Heru juga menambahkan bahwa sebagai bukti komitmen Pemerintah Kota Tegal dalam Program Jamsosnaker untuk meningkatkan cakupan kepesertaan, saat ini disusun dan sedang dalam tahap finalisasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, yang antara lain mengatur tentang jaminan sosial tenaga kerja. “Sesuai rencana hari Kamis (21/10) akan digelar Rapat Paripurna DPRD dengan agenda Penetapan Raperda tersebut,” ungkapnya.
Selain Heru dan Nugroho, Dialog ini juga menghadirkan narasumber Yayat Syariful Hidayat (Badan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan) dan Wahyudin Noor Aly (DPRD Provinsi Jawa Tengah) yang lebih akrab dipanggil Goyud. Dalam forum dialog, Yayat menjelaskan bukti bahwa Negara hadir dan berperan dalam memberikan jaminan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat dengan diterbitkan Undang-Undang tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Dengan Undang-Undang SJSN, seluruh warga Negara dilindungi untuk dapat memenuhi kebutuhan dasarnya agar dapat hidup dengan layak dan bermartabat. “Kalau sebelumnya dikelola oleh BUMN PT. Jamsostek yang berpikir untung rugi, sejak berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) baik kesehatan maupun ketenagakerjaan, maka tidak lagi bicara untung atau tidak, tetapi bermanfaat atau tidak,” ungkapnya. Jaminan yang dikelola oleh BPJS meliputi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan mengelola Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan sejak 2021 ada lagi manfaat perlindungan yang didapat yaitu Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Sementara Goyud mengungkap fakta tentang belum optimalnya coverage terhadap pelindungan masyarakat pekerja, baik karena keterbatasan anggaran pemerintah maupun belum optimalnya komitmen pemerintah. “Kebijakan anggaran harus mulai dapat menyentuh upaya pelindungan para pekerja informal, disamping upaya untuk mendorong kepatuhan pemberi pekerja dalam melindungi para pekerjanya,” tegasnya. Dia berharap BPJS Ketenagakerjaan dan Disnaker setempat perlu lebih melakukan langkah-langkah sinergis untuk meningkatkan cakupan kepesertaan pekerja penerima upah (PU) maupun pekerja BPU dalam Program Jamsosnaker.
Dialog yang diikuti secara luring dan daring oleh Civitas Akademika PMT, organisasi kepemudaan, dan perwakilan perusahaan berjalan dinamis dan interaktif. Banyak informasi baru yang diperoleh peserta. Direktur PMT Jaelani dalam sambutan di awal acara mengharapkan dialog ini dapat memberikan pencerahan terkait penyelenggaraan jaminan sosial tenaga kerja, sehingga makin banyak warga masyarakat yang memiliki pemahaman yang benar dan utuh tentang program-program Jamsosnaker.
Pelindungan tenaga kerja dilakukan agar kenyamanan lingkungan kerja tercipta, produktivitas meningkat, dan pada gilirannya pengusaha dan pekerja menjadi lebih sejahtera.

Semoga bermanfaat, silahkan bagikan ke teman Anda:

Form Komentar

Maksimal panjang teks 140 karakter, Silahkan komentar dengan bijak!
CODE

Agenda Bulan Ini

  • Tidak Ada Agenda Baru!

Statistik

Pengunjung hari ini : 89
Total pengunjung : 86694
Hits hari ini : 930
Total hits : 1722889
Pengunjung Online : 2
Administrator Online : 0