Berita Kategori - Bidang Pembinaan Tenaga Kerja

Diposting : ADMINISTRATOR   Tanggal : 07 Oktober 2021 15:05:06   Dibaca : 22 Kali

SINERGI PENTAHELIX MEMASUKI SOCIETY 5.0



Kepala Disnakerin Kota Tegal, R. Heru Setyawan menyampaikan orasi ilmiah tentang membangun sinergi pentahelix menghadapi society 5.0. Orasi tersebut disampaikan pada acara Dies Natalis ke-6 Politeknik Trisila Dharma (Poltrisdha) yang diadakan di Aula Poltrisdha, Kamis siang (7/10).

Dies Natalis ke-6 yang mengusung tema "Kampus Maju Industri Bangkit" dihadiri oleh Direktur Poltrisdha dan jajarannya, Pengurus Yayasan Bhinneka Bunga, unsur mitra industri, dosen, mahasiswa dan para tamu undangan lainnya.

Direktur Poltrisdha Prayitno, SE, MM dalam sambutannya mengatakan memasuki usia yang ke-6 dirinya ingin menyejajarkan Politeknik Trisila Dharma dengan Politeknik-politeknik lainnya yang telah duluan eksis di Karesidenan Pekalongan.

Sementara itu Mas Deru Prabowo, SH, MH Pengawas Yayasan Bhinneka Bunga dalam sambutannya mendukung sepenuhnya Direktur Poltrisdha yang baru untuk bisa membawa kampus vokasi tersebut pada masa depan yang penuh kejayaan.

Puncak acara Dies Natalis tersebut diisi dengan orasi ilmiah oleh Kadisnakerin Kota Tegal. Dalam orasinya Heru mengatakan Poltrisdha harus mampu mencetak lulusan-lulusan yang bisa menjadi enterpreneur bukan sekedar salary man.

Lebih lanjut Heru menegaskan konsep Society 5.0 merupakan penyempurnaan dari konsep-konsep yang ada sebelumnya dimana komponen utamanya adalah manusia yang mampu menciptakan nilai baru melalui perkembangan teknologi dan dapat meminimalisir adanya kesenjangan pada manusia dan masalah ekonomi dikemudian hari.

"Poltrisdha harus mampu berinovasi menjadi konseptor, dengan menggandeng lingkungan bisnis sebagai inkubator, mendorong pemerintah sebagai regulator, mengajak media sebagai katalisator, dan berkolaborasi dengan komunitas sebagai akselator sehingga terbangun sinergi pentahelix yang ideal", ujar Heru

Di akhir orasi Heru berpesan agar Poltrisdha bisa mendidik mahasiswanya memiliki literasi dasar, tidak hanya sains, tetapi juga literasi budaya, serta literasi kewarganegaraan. Selain itu, pegembangan kompetensi antara lain diarahkan pada kemampuan berpikir kritis dan problem solving. Pada aspek pendidikan karakter, mahasiwa dididik untuk mampu beradaptasi, serta memiliki leadership unggul dan kegigihan dalam menghadapi masalah. Arah pembelajaran seperti itu akan mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing  menghadapi Society 5.0.

Semoga bermanfaat, silahkan bagikan ke teman Anda:

Form Komentar

Maksimal panjang teks 140 karakter, Silahkan komentar dengan bijak!
CODE

Agenda Bulan Ini

  • Tidak Ada Agenda Baru!

Statistik

Pengunjung hari ini : 2
Total pengunjung : 82290
Hits hari ini : 10
Total hits : 1688029
Pengunjung Online : 1
Administrator Online : 0